Hubungan Mark dan Haechan sudah terjalin 2 tahun lamanya. Tentu hubungannya tak selalu mulus seperti yang orang pikirkan. Bahkan hubungan mereka hampir kandas akibat kesalah pahaman Haechan sendiri. Tapi dengan segala usaha dan keyakinan Mark mencoba terus menjelaskan apa yang menjadi sumbu masalah dihubungan mereka.
Hari ini tepat anniversary ke-2 hubungan mereka, Mark sangat ingat betul dengan tanggal penting ini, begitu juga dengan Haechan.
Sedari pagi Haechan masih berharap dengan hadiah atau sekedar ucapan dari Mark tapi sudah hampir malam Mark masih tak memberikan sepatah kata apapun.
Mereka berjalan menuju lobby untuk pulang, Mark membukakan pintu untuk Haechan dan membiarkan Haechan masuk duluan. Disusul dengan Mark yang masuk mobil, kini mobilnya melaju membelah jalanan kota.
“Duh dompet aku ketinggalan di kantor puter balik gpp?” Tanya Mark bohong, ucapan ini hanya akal-akalannya saja karena ia mau memberi kejutan pada pacarnya.
“Ya kok bisa sih yaudah cepet aku mau tidur udah cape” ucap Haechan, suaranya terdengar sangat jelas marah dan kesal.
Mereka sudah sampai di kantor lagi
“Mau ikut gak?” Tanya Mark.
“Ikut”
Mark dan Haechan berjalan bergandengan, lobby nya sangat sepi
“Kamu tunggu sini aja deh aku cepet kok ngambil dompetnya” kata Mark lalu meninggalkan Haechan sendirian.
Tak ada satu orang pun dilobby, lampu lobby kini tiba-tiba padam.
“MARKKKK” Haechan berteriak kaget lantaran lampu yang tiba-tiba padam.
Bunga dan confetti berjatuhan dari lantai dua, di ujung sebelah kiri Haechan terdapat lilin bentuk cinta.
Mark datang dari arah depan membawa bunga. Seisi gedung hanya disinari cahaya lilin. Mark berlutut tepat di depan Haechan memberikan bunga pada Haechan.
Haechan langsung menerima nya, belum sampai situ, Mark mengeluarkan kotak cincin dari sakunya dan memegang tangan Haechan.
“Thank you, i love you, and i’m sorry for every moment i forgot, Haechan aku bukan lelaki impian kamu yang bisa peka dan mengerti kamu setiap saat, aku juga bukan lelaki romantis kyk lelaki di drakor yang kamu tonton. We spend two years together, but i want more, i want you to spend our life forever, marry me lee Haechan?”
“Yes i will”
Lampu kembali menyala, Mark tautkan cincinnya di jari manis Haechan lalu bangkit dan langsung memeluk Haechan.
Suara tepuk tangan memenuhi lobby, terlihat beberapa karyawan dan teman-teman Haechan yang memeriahkan acara ini.
Mark melepas pelukannya dan memegang sebelah pipi Haechan, bibir keduanya menempel memberikan ciuman satu sama lain.
“UDAH WOY UDAH KASIAN NIH YANG JOMBLO!” Teriak Jeno pada mereka berdua.
Mereka pun melepaskan tautan bibirnya, dan saling menatap penuh arti.
Dengan ini, Mark dan Haechan resmi saling mencintai dan saling menjaga satu sama lain selama hidupnya.