Museum date

Tak terasa Mark sudah hampir 3 bulan kembali dari Canada. Harinya hanya dipenuhi Donghyuck, Donghyuck dan Donghyuck. Bahkan ia bisa hampir setiap pagi ke rumah Donghyuck hanya untuk melihat wajah kekasihnya lalu kembali ke rumahnya.

Kalau kata orang sih bucin.

Hari ini, Sabtu. Keduanya memiliki waktu senggang dan berniat akan pergi ke sebuah museum seni. Ide Mark cukup bagus mengajak kekasihnya itu berkencan.

Mark memasuki pekarangan rumah Donghyuck dan duduk menunggu di kursi yang tepat berada disamping pintu.

Pintu rumahnya terbuka, memperlihatkan Donghyuck yang baru saja keluar, semerbak parfumenya menusuk indra penciuman Mark. Mark hafal sekali wangi ini, ia langsung menoleh ke arah Donghyuck.

“Hai” sapa Donghyuck tersenyum pada Mark.

Cantik, Mark melihat Donghyuck begitu cantik, menurutnya bunga ditaman pun kalah indah dan wangi kalau disandingkan dengan pacarnya itu.

“Hai” Mark menjawab begitu bersemangat dan langsung bangkit dari duduknya.

Setelah keduanya berhadapan Donghyuck langsung memeluk Mark.

“Tumben, kenapa?”

You’re perfect and i love you” ucap Donghyuck.

Setelah berkata itu Donghyuck melepas pelukannya. Dan membiarkan Mark menggandeng lengannya dan berjalan menuju mobil yang terparkir didepan rumahnya.

“Ayo jalan” ajak Mark.

Tangannya masih setia menggengam tangan Donghyuck.

Saat menyetir pun Mark selalu berusaha tidak membiarkan lengan Donghyuck jauh dari genggamannya.

“Mark nyetir yang bener, pegang tangannya kan masih bisa nanti”

“Hehe sorry” Mark hanya terkekeh.


Mobilnya sudah terpakir tepat di depan museum seni yang mereka kunjungi.

Keduanya langsung masuk kedalam, menikmati hasil karya seni manusia lain yang penuh makna.

Tak hanya itu mereka sesekali bergantian mengambil foto dirinya.

Mereka berkeliling galeri selama sejam, memperhatikan lukisan di dinding.

Donghyuck tengah asik dengan dunia nya sendiri memperhatikan inci demi inci lukisan yang terpampang, tanpa disadari Mark malah memperhatikan wajah Donghyuck.

Darling, don't move too much 'Cause you might break the things that you have touched But let me tell you, don't go too far And just enjoy this artistic room of ours This empty canvas that they misunderstood I wanna paint you in it, but I'm not good 'Cause I wanna look at you when we are apart 'Cause you're not just a human being, you are art

Indah. Satu kata yang menjelaskan semua perasaan Mark kepada Donghyuck.

“Hyuck” panggil Mark spontan ia langsung mengambil foto Donghyuck asal.

“Mark kenapa tiba-tiba foto aku, jelek tau” Donghyuck langsung mendekat pada Mark dan memukul lengan pacarnya itu pelan.

So darling, darling don't be scared 'Cause even if I look everywhere Your colors caught my eye And you're my favorite sight to see It's from the way that you move And everything that you do And after that it's when I realize That I lovе you

“Engga kamu ganteng kok” Mark menyodorkan ponselnya memberitahu hasil jepretannya itu.

“You look so beautiful every single times, you’re art. Kamu karya tuhan yang paling indah yang pernah aku liat” Mark menatap Donghyuck dalam hingga membuat yang ditatap merasa malu diam tak berkutik.

Mark mengambil tangannya dan mengecup punggung tangan Donghyuck.

You told me to look everywhеre else But I said no 'cause when I look at you, my heart always melts So I stayed, even though you're a mess 'Cause you're like drugs And with you, yes I'm obsessed

Ya, Mark obsesi. Mark terobsesi akan keindahan wajah Donghyuck. Mark terobsesi mengungkapkan perasaannya pada Donghyuck.

Mark masih menatap Donghyuck dengan senyumnya ia tak melepaskan pandangannya dari pahatan indah wajah Donghyuck.

I love you. Bahkan kata itu sudah tidak cukup menggambarkan perasaanya pada Donghyuck.

“Ayo pulang udah sore, nanti aku di marahin bang jo kalo kemaleman pulangnya” kata Mark.

Cup.

Donghyuck mengecup pipi Mark singkat dan langsung berlari menjauhi Mark karena malu, Mark mengejar Donghyuck hingga berjalan beriringan

Bukan hanya Donghyuck yang memerah pipinya tapi Mark juga begitu.