Pepero day.
Tanggal sebelas bulan November dikenal juga dengan pepero day. Dimana para anak muda di korea saling bertukar makanan ringan itu, lain halnya dengan Donghyuck ia malah memakan pepero sendiri sembari membaca novel.
Pemuda bernama Donghyuck itu kini sedang duduk di sofa ruang tengah, meluruskan kakinya dan mendaratkan kakinya di meja seberang.
Donghyuck terlalu fokus dengan bukunya hingga tak sadar jika handphone nya berada dikamar dan terdapat missed call dari sang kekasih yang bernama Mark.
Tak disangka, sang pelaku spam chat itu kini tengah berdiri dipintu rumah Donghyuck, sambil menunggu dibukakan pintu Mark bersenandung dan melipat tangan didepan dadanya.
Terlihat di tangan Mark terdapat sebuah kantung belanjaan berisi camilan kesukaan Donghyuck dan tentu pepero.
Karena tak kunjung dibukakan pintu Mark menerobos masuk ke rumah Donghyuck, dilihatnya sang kekasih itu sedang asik membaca tanpa sadar akan hal sekitarnya.
Lantas Mark langsung duduk disamping Donghyuck, tanpa permisi Mark menyambar pepero di mulut Donghyuck hingga bibir keduanya saling bersentuhan.
“HUMMPH” mata Donghyuck terbelalak kaget karena sang kekasih ada didepan mata.
Mark yang melihat reaksi Donghyuck pun langsung menjauhkan wajahnya.
“KAK??? Kok kamu kesini gak bilang?” Tanya Donghyuck menatap mata Mark sedikit sinis.
“Apanya yang ga bilang? Aku udah chat kamu bahkan nelepon kamu tapi ga diangkat” Mark berkata sambil menaruh kantung bawaannya dimeja.
“hah iya kah? Loh hp ku dimana ya? WAIT” Donghyuck langsung bangun dari duduknya lalu berlari kekamarnya dan mengambil handphonenya.
Tak butuh waktu lama Donghyuck kembli ke ruang televisi.
“Hehehe iya juga kamu nge spam chat” Donghyuck terkekeh dan berlari ke arah Mark tapi naas nya ia harus tersandung dan jatuh tepat di badan Mark.
“Aduh sakit” Donghyuck meringis kesakitan, Mark pun mengangkat pantat Donghyuck membenarkan posisi duduk dipangkuannya.
“Makanya sayang, kalo jalan itu pelan-pelan” Mark mengusak rambut sang kekasih dan mengecup bibir plum Donghyuck.
“Udah makan lagi sana, aku juga beli es krim tadi”
“MAUUU” Donghyuck bersorak gembira karena kekasihnya membawa makanan kesukaannya.
Mark mengambil es krim yang ada dikantung belanjaannya, lalu ia membuka bungkus es krim itu.
“Aku ada cara makan es krim baru, mau coba?” Tanya Mark.
“Huh gimana? Coba kasih tau” Donghyuck merasa penasaran dan meminta Mark untuk menunjukan cara makan es krim versinya
Bukannya memberikan pada pacarnya ia malah memakan es krim itu.
“KOK DIMAKAN???”
Mark tak memperdulikan teriakan Donghyuck, satu tangannya kini menarik dagu Donghyuck dan menautkan bibirnya ke bibir Donghyuck.
Lidah keduanya beradu, Mark pun menransfer es krim yang ada di mulutnya ke mulut sang pacar.
“Enak gak?”
“Enak, mau lagi boleh?”
Mark tersenyum dan mengulang kegiatan yang mereka berdua lakukan tadi hingga es krim habis.
“Gemes” Mark mengecup bibir Donghyuck.
“Diem bibirku jadi blepotan”
“Yang minta lagi siapa?”
Donghyuck pun hanya balas dengan kekehan.
“Oh iya kak Mark bawa pepero? Stock pepero yang dibeliin mama udah abis”
“Bawa dong tuh ambil di kantong makanan”
Donghyuck langsung mengambil pepero yang ada dikantung dan membukanya.
Ia menaruh satu stick pepero kemulut Mark dan memakannya.
“Today is pepero days” Donghyuck menatap lekat Mark dari dekat.
“No, today is kiss Donghyuck days” Mark menangkup pipi gembul Donghyuck dan mencium bibir yang menjadi candunya itu lagi.
Keduanya saling berbagi afeksi, dan bertukar saliva, tangan Donghyuck kini sudah melingkar di leher Mark dengan sempurna. Sedangkan tangan Mark berada dipinggang ramping sang sub.
Tangannya menelusup masuk mengelus pinggang Donghyuck dari dalam baju.
Pasokan udara Donghyuck kian menipis Mark pun langsung menjauhkan bibirnya dari bibir Donghyuck.
“Bibir kamu hari ini manis banget”
“Kan aku makan manis mulu” kata Donghyuck.
“gak boleh makan manis-manis, kasian gula nya insecure soalnya kamu lebih manis”
“Ih apa sih belajar gombal dari siapa?”
“Gak ada yang ajarin tapi beneran manis” Mark mengeratkan tangannya di pinggang Haechan hingga badan keduanya menempel.
“Berisik, diem ah” muka Donghyuck terlihat seperti kepiting rebus, walau keduanya sudah berpacaran selama 8 bulan tapi tetap saja jika Mark melontarkan kata-kata manis Donghyuck akan salang tingkah hingga mukanya memerah.
“Tuh kan gemes” Mark tersenyum dan mengecup dua pipi Donghyuck bergantian.
“Ih apa sih” Donghyuck semakin salah tingkah rasanya, ia pun pergi ke kamar mandi meninggalkan Mark karena tak tahan rasa malunya itu.
Mark hanya tersenyum gemas melihat tingkah sang pacar.
Setelah menyelesaikan salah tingkahnya Donghyuck pun kembali duduk di samping Mark. Ia merebahkan kepalanya di paha sang dominan.
Dan melanjutkan baca buku yang belum sempat ia selesaikan.
“Kak pepero” Mark menyuapkan pepero ke mulut Donghyuck.
Jika Mark lihat, Donghyuck mengunyah sangat lucu pipi gembulnya bergerak layaknya bayi sedang makan.
“kak pepero” kali ini Mark menyuapkan pepero lewat mulutnya, hingga bibir keduanya saling bersentuhan hingga kesekian kalinya.
“Kak pepero”
“Kak pepero” Mark masih memberi pepero yang diselipkan kecupan di akhirnya.
“Ih kamu modus ya cium aku terus”
“Iya kan emang” Mark mengusak rambut Donghyuck.
“Kak”
“Apa? Pepero lagi? Udah abis”
“Bukannnn” sanggah Donghyuck
“Terus apa?” Tanya Mark
“Kak cium lagi” Donghyuck menutup buku yang ia baca, dan menutup matanya.
“Mauan” Mark pun tanpa babibu memberi ciuman pada sang kekasih.
“Ngantuk mau tidur” Donghyuck berbicara tanpa membuka matanya, ia memiringkan mukanya ke arah perut Mark.
Donghyuck senang mendusal di perut Mark, tapi rasanya kini ada yang beda tangannya meraba perut Mark “loh kakak nge gym lagi?”
“Iya sayang, kenapa?” Tanya Mark sambil mengelus rambut cokelat Donghyuck.
“Gapapa biasanya dusel di perut bayi kakak sekarang keras”
“Yang perut bayi mah kamu” tangan Mark kini menuju perut bayi Haechan dan mengelusnya.
“Ih diem geli” Donghyuck menjauhkan tangan sang dominan dari perutnya.
“Katanya ngantuk, tidur sana”
“Temenin ya? Kakak nginep aja sekalian mau cuddle”
“Iya sayang, kalo gitu pindah kamar aja yuk”
“Gendong”
“Manja banget bayi” Mark langsung menggendong tubuh Donghyuck yang lebih kecil itu ke kamar milih Donghyuck, keduanya pun kini pergi ke alam mimpi.
- fin.